Selasa, 01 Juni 2010

Sejarah Uang di Indonesia


Mesin pencetak Uang

Offset Printing
UANG

Quote:
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.[1] Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.
Sejarah Uang

Quote:
Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya.

Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Akibatnya muncullah sistem barter', yaitu barang yang ditukar dengan barang.

Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini. Di antaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk mengatasinya, mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted), benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari; misalnya garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sampai sekarang; orang Inggris menyebut upah sebagai salary yang berasal dari bahasa Latin salarium yang berarti garam.
Quote:

Barang-barang yang dianggap indah dan bernilai, seperti kerang ini, pernah dijadikan sebagai alat tukar sebelum manusia menemukan uang logam.

Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada. Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan (storage), dan pengangkutan (transportation) menjadi sulit dilakukan serta timbul pula kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama.
Fungsi

Quote:
Fungsi asli uang ada tiga, yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung, dan sebagai penyimpan nilai.

Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran uang.

Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di masa mendatang.
Jenis

Quote:

Uang rupiah

Uang yang beredar dalam masyarakat dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu uang kartal (sering pula disebut sebagai common money) dan uang giral. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli sehari-hari. Sedangkan yang dimaksud dengan uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan. Uang ini hanya beredar di kalangan tertentu saja, sehingga masyarakat mempunyai hak untuk menolak jika ia tidak mau barang atau jasa yang diberikannya dibayar dengan uang ini. Untuk menarik uang giral, orang menggunakan cek.
Menurut bahan pembuatannya


Quote:
Uang menurut bahan pembuatannya terbagi menjadi dua, yaitu uang logam dan uang kertas.

Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam; biasanya dari emas atau perak karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai.

Uang logam memiliki tiga macam nilai:

1. Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang.
2. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
3. Nilai tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).

Ketika pertama kali digunakan, uang emas dan uang perak dinilai berdasarkan nilai intrinsiknya, yaitu kadar dan berat logam yang terkandung di dalamnya; semakin besar kandungan emas atau perak di dalamnya, semakin tinggi nilainya. Tapi saat ini, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum atau tertulis di mata uang tersebut.

Sementara itu, yang dimaksud dengan "uang kertas" adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas). 

Go Green, Seberapa 'Hijau' Diri Anda?

Jakarta, Dampak pemanasan global mendorong aktivis lingkungan hidup untuk menyerukan gerakan go green atau kembali ke alam. Mendukung go green juga semestinya tahu apa saja gerakan kembali ke alam itu.

Kampanye go green memunculkan berbagai istilah baru yang kadang tidak banyak dipahami, misalnya 'makanan organik'. Seberapa 'hijau' Anda memahami istilah-istilah go green?

Berikut ini adalah pengertian dari beberapa istilah yang banyak digunakan dalam kampanye go green, dikutip dari Discovery, Selasa (1/6/2010).

Sustainable Practices (praktik yang berkelanjutan) Merupakan metode untuk mendapatkan bahan pangan dengan cara yang sehat dan ramah bagi konsumen, pekerja dan binatang, tidak membahayakan lingkungan, memberikan keuntungan yang adil bagi petani, serta mendukung pemberdayaan masyarakat pedesaan.

Fair Trade (perdagangan yang adil) Merupakan tawaran kerjasama yang meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi petani dan keluarganya, memungkinkan bagi petani untuk menyekolahkan anaknya lebih tinggi, dan mendapatkan bibit untuk pertanian. Sebagian keuntungan dari kerjasama fair trade digunakan untuk proyek komunitas, dan kadang-kadang untuk
memberikan pelatihan teknik pertanian organik.

Bahan makanan yang diberi label organik tidak boleh ditanam dengan pupuk buatan, kimia ataupun limbah pemukiman, tidak boleh dimodifikasi secara genetis maupun terpapar radiasi.

Daging atau unggas organik harus diberi makan dengan pakan organik, tidak boleh diberi antibiotik maupun hormon. Ternak harus diberi akses ke luar kandang, dan pemamah biak harus bisa menemukan padang rumput di sekitarnya.

Certified Organic (sertifikat organik) Label ini menunjukkan bahwa suatu produk agrikultur telah diproses sesuai standar Departemen Agrikultur AS (USDA).

Free Range (lahan yang bebas) Istilah ini digunakan untuk unggas yang tidak dikandangkan dan mendapat akses langsung ke lingkungan alami. USDA hanya memberikan sertifikat Free Range pada ternak dan produk yang dihasilkan (termasuk telur), sedangkan unggas liar tidak termasuk di dalamnya.

Antibiotic Free (bebas antibiotik) Label ini diberikan pada ternak yang tidak pernah mendapat antibiotik selama hidupnya. Apabila ada yang sakit, ternak tersebut dipisahkan dari kumpulannya lalu dirawat, tetapi tidak boleh diberi label Antibiotic Free.

No Hormones Administered (Tanpa tambahan hormon) Ternak yang mendapat label ini tumbuh normal tanpa diberi disuntik hormon apapun. Hukum di AS melarang pemberian hormon pada babi dan unggas.

Pesticides/Pesticide Residue (sisa pestisida) Pestisida diperlukan untuk mengusir berbagai jenis hama yang ada di kandang ternak seperti kutu, kecoa, tikus. Hingga batas tertentu, residu pestisida pada produk unggas masih diperbolehkan.

Feng Shui Merupakan praktik geomantik China yang bertujuan menyelaraskan diri dengan alam. Dalam Bahasa China, kata feng shui berarti angin dan air.

Acupuncture Praktik pengobatan dari China dengan menusukkan jarum steril pada titik tertentu untuk meredakan penyakit maupun rasa nyeri.

Homeopathy Merupakan praktik medis alternatif yang mengutamakan keselarasan dengan alam. Prinsipnya, suatu penyakit bisa disembuhkan dengan memberikan racun penyebab penyakit itu sendiri dalam dosis tertentu.

Naturopathy Merupakan prosedur penanganan penyakit yang sebisa mungkin menghindari bedah dan obat-obatan. Media yang digunakan bisa berupa air, udara, sinar matahari maupun peralatan elektronik modern.

Osteopathy Merupakan sistem pengobatan yang mendasarkan pada keutuhan integritas struktural. Rasa sakit bisa diperoleh ketika suatu bagian tubuh dimanipulasi oleh obat atau tindakan medis seperti pembedahan, sehingga harus dikembalikan seperti semula dengan pemijatan atau cara lain.

The Dangers of Using a Debit Card

Consumers need to be particularly careful during vacation season because identity thieves come out in droves. That makes it pivotal that consumers keep their debit cards on ice, said Beth Givens, director of the Privacy Rights Clearing House and one of the nation's foremost experts on keeping your private information private.
More from CBSMoneyWatch.com:

How to Become a Millionaire

Dumbest Things You Do With Your Money

Get Free Stuff All Year Round
What makes debit cards so dangerous? Givens has so many reasons, her organization has put out an exhaustive fact sheet on whether you should use cash, credit or debit cards when shopping. (The report also explains the shortcomings of gift cards.)
Here's the short version of the dangers of debit:
1. Loss Limits
Like credit cards, federal law limits your liability for fraudulent transactions on a debit card to $50. But that's only if you notify your financial institution within two days of discovering the theft. If you're a space cadet and don't check your bank statements for a couple of months, you could lose everything.
2. Pay Now/Reimburse Later
Popular Stories on Yahoo!:

New Films Fail to Top the Box Office

Five Careers That are Making a Comeback

Can 4G Phones Match the Hype

More from Yahoo! Finance
If someone has fraudulently used your credit card, you don't have to pay the charge. But when somebody has fraudulently used your debit card, the money comes directly out of your account in real time. That means you're out the money while the bank does a leisurely examination of their records to investigate your fraud claim. Many consumers complaining to Privacy Rights Clearing House said they lost access to their funds for several weeks. In the meantime, they were caught short and unable to pay their bills, Givens said.
3. Merchant Disputes
The same problem affects merchant disputes. If you pay with a credit card when ordering something online, and that product comes damaged, broken or not at all, you can dispute the charge and stop payment with your credit card. If you used your debit card, the charge is paid when you made the order. By the time you find out the goods weren't what was advertised, the merchant has your cash and you're in the unenviable position of having to fight to get your money back.
4. Phantom Charges
If you use a credit card at a hotel, the hotel takes an imprint when you check in, but doesn't charge your card until you check out. It's a far different story with a debit card. Generally, hotels will put a “hold” on funds in your account for more than you're spending. Yes, more. They hold the full amount of your stay, plus an estimated amount for “incidentals,” such as meals at the hotel restaurant and dipping into the mini-bar. This is not an actual charge–the hold will come off your account at the end of your stay. But it affects the available balance in your checking account anyway and can lead to overdrafts. One consumer said these phantom charges cost him $140 in overdraft fees. These “holds” are commonly placed on debit card transactions made at hotels, gas stations and rental car companies.
5. Overdrafts, Overdrafts and More Overdrafts
Overdraft charges have been soaring in recent years and the vast majority of consumers who pay them explain that their overdraft was the result of a debit card transaction. Many consumers naively assumed that if they didn't have sufficient funds in their accounts, their bank wouldn't approve a debit swipe. But they were wrong. The result: a $4 coffee could trigger a $35 overdraft fee. Government regulators are reigning in these fees by demanding that banks give consumers a chance to “opt out” of automatic overdraft protection, but that doesn't start for existing accounts until August. (If you have a new account, it's starts in July.)
6. Skimming
Financial crooks have gotten sophisticated in recent years and are using “skimming” machines to read your card data and charge your account, Givens said. When your debit card is skimmed, your bank account can be drained before you know that you've been had.

from Yahoo! Sources


Minggu, 30 Mei 2010

bantu vote OREO

follow this link and you must sign up to vote me 
http://www.hanyaoreo.com/game/gallery/7111

Top TV Bytes

you wanna watch much televion movies go this link

Kobe Bryant is still clutch because he's still Kobe Bryant

Very important and shocking newsflash: Kobe Bryant(notes) remains good at making clutch shots during important basketball games. Saturday night, during Game 6 of the Western Conference finals, he submitted example No. 5,992 and, in effect, iced the series-clinching game. Then he gave Phoenix Suns coach Alvin Gentry a nice parting gift.
Confirmation of clutch status obtained. Please refresh your dossiers and carry on as necessary.
Also, as FreeDarko's Bethlehem Shoals notes, that tap on Gentry's booty will go down in history as Kobe Bryant's version of the legendary Michael Jordan shrug. We'll see that more than a few times in the coming years and about a million times between now and Thursday night's first game of the NBA Finals. Might as well add that to the dossier as well.



Sabtu, 29 Mei 2010

my first payment from ptc [neobux] ^^


holla unbeliavable i got $2.05 and -$0.04 as payment fee. So the amount that I've received is $2.01...
yippi soo if you want too join this 

ShoutMix chat widget